ada 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama di sepanjang tahun 2026.
Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2026
- Kamis, 1 Januari 2026 = Tahun Baru 2026 Masehi
- Jumat, 16 Januari 2026 = Isra Mikraj Nabi Muhammad S.A.W.
- Selasa, 17 Februari 2026 = Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
- Kamis, 19 Maret 2026 = Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
- Sabtu, 21 Maret 2026 = Idulfitri 1447 Hijriah
- Minggu, 22 Maret 2026 = Idulfitri 1447 Hijriah
- Jumat, 3 April 2026 = Wafat Yesus Kristus
- Minggu, 5 April 2026 = Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
- Jumat, 1 Mei 2026 = Hari Buruh Internasional
- Kamis, 14 Mei 2026 = Kenaikan Yesus Kristus
- Rabu, 27 Mei 2026 = Iduladha 1447 Hijriah
- Minggu, 31 Mei 2026 = Hari Raya Waisak 2570 BE
- Senin, 1 Juni 2026 = Hari Lahir Pancasila
- Selasa, 16 Juni 2026 = Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
- Senin, 17 Agustus 2026 = Proklamasi Kemerdekaan
- Selasa, 25 Agustus 2026 = Maulid Nabi Muhammad S.A.W
- Jumat, 25 Desember 2026 = Kelahiran Yesus Kristus
Daftar Cuti Bersama 2026
- Senin 16 Februari 2026 = Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
- Rabu, 18 Maret 2026 = Hari Suci Nyepi
- Jumat, 20 Maret 2026 = Idulfitri 1447 Hijriah
- Senin, 23 Maret 2026 = Idulfitri 1447 Hijriah
- Selasa, 24 Maret 2026 = Idulfitri 1447 Hijriah
- Jumat, 15 Mei 2026 = Kenaikan Yesus Kristus
- Kamis, 28 Mei 2026 = Iduladha 1447 Hijriah
- Sabtu, 26 Desember 2026 = Kelahiran Yesus Kristus
hari libur nasional merupakan hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah dan pekerja tidak wajib bekerja pada hari libur nasional. Namun, pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh pada hari libur nasional untuk pekerjaan yang jenis dan sifatnya harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus menerus atau dalam keadaan tertentu sesuai kesepakatan. Akan tetapi, pengusaha yang mempekerjakan pekerja pada hari libur nasional wajib membayar upah lembur.
Sementara itu, mengacu pada SE yang sama, cuti bersama merupakan bagian dari cuti tahunan. Adapun pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama dan peraturan perundang undangan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan.

